Selamat datang pengunjung Blog Sederhana Ranah Ginseng. Kali ini penulis ingin membagikan sebuah artikel yang semoga dapat berguna dan menambah wawasan kita tentang Ginseng. Dan kali ini penulis ingin membagikan artikel tentang bagaimana mengolah Ginseng hingga dapat dikonsumsi dengan tentunya tidak mengurangi khasiat-khasiat yang terkandung dalam ginseng itu sendiri.
Biasanya dan secara historis, ginseng telah dijual sebagai akar kering dan dikeringkan ke titik di mana beratnya mungkin bisa menjadi sepertiga atau mungkin seperempat dari beratnya ketika baru di panen.
Biasanya dan secara historis, ginseng telah dijual sebagai akar kering dan dikeringkan ke titik di mana beratnya mungkin bisa menjadi sepertiga atau mungkin seperempat dari beratnya ketika baru di panen.
Jadi saat ginseng dipanen, akar ginseng segar yang beratnya 300 Kg bisa menjadi hanya 100kg saja pada saat ginseng benar-benar kering. Jika anda Petani Ginseng, anda harus benar-benar teliti dan berhati-hati ketika pengeringan Akar ginseng, jika anda tidak ingin merusak akar ginseng itu sendiri. Ginseng hampir selalu diperlakukan dengan pengeringan yang perlahan-lahan menggunakan udara pada suhu yang tidak pernah melebihi 90 sampai dengan 95 derajat celsius dan dibutuhkan biasanya sekitar dua minggu hingga Akar ginseng benar benar kering dengan baik di bawah kondisi sirkulasi udara yang baik pula.
Anda dapat sangat cepat merusak ginseng jika pengeringan dilakukan menggunakan oven atau alat lainnya yang memaksa percepatan pengeringan, bahkan sebuah dehidrator makanan yang memiliki suhu yang lebih, bisa sangat cepat merusak ginseng oleh pengeringan seperti itu, meski suhu yang kita terapkan pada perangkat pengeringan sama. Dan umumnya antara 3 dan 3.5-1, rasio baru dipanen akar akar kering Ginseng.
![]() |
| Proses Pengolahan Ginseng |
Akar ginseng yang kering sangat sangat rapuh. Saat dipanen, ginseng memiliki banyak bulu-bulu akar halus yang pecah. Biasanya semuanya melekat pada umbi.
Tidak ada yang terbuang pada ginseng. Bulu-bulu akar yang patah pun akan dijadi bubuk untuk dijadikan teh, bubuk-bubuk teh ginseng ini dikemas dalam kantong teh. Dalam beberapa kasus, bubuk-bubuk teh ginseng ini dikemas dalam bentuk kapsul. Hal ini duperuntukkan bagi orang-orang yang tidak suka mengunyah atau mencicipi rasa pahit pada akar ginseng.
Secara tradisional, akar ginseng dimasukkan ke dalam wadah yang terbuat dari keramik dan direbus untuk jangka waktu tertentu, dibuat menjadi minuman teh dan kemudian dikonsumsi. Itulah cara tradisional yang merupakan cara khas orang China dalam mengkonsumsi ginseng.
Sahabat RanahGinseng mungkin bertanya-tanya mengapa tidak ada ginseng teh yang terbuat dari daun ginseng dan alasan untuk itu adalah karena efek jumlah pestisida yang diterapkan secara rutin, tentu kita menghindari hal ini. Jadi, setiap produk yang dijual untuk konsumsi manusia harus memiliki toleransi kesehatan standar pestisida dan daun ginseng yang dikomersilkan akan memiliki kandungan pestisida yang mungkin juga tidak akan cocok untuk dijadikan obat.
Sering juga ditanyakan apakah daun ginseng memiliki sifat dan khasiat kesehatan yang sama seperti akar ginseng? Bahan aktif dalam ginseng ini adalah kelas senyawa-senyawa yang disebut ginsenosides. Ternyata oada daun ginseng terdapat jumlah jauh lebih signifikan dari bahan-bahan aktif yang disebut ginsenosides ini. Jadi daun ginseng memang mengandung banyak unsur sama seperti yang ditemukan di pada akar ginseng.
Konsentrasi, rasio, dan persentase dari berbagai jenis ginsenocides pada daun ginseng ini mungkin bervariasi. Tetapi memang, daun ginseng mengandung banyak hal baik dan sama dengan yang terdapat pada Akar ginseng itu sendiri.
